Rabu, 06 April 2011

tugas praktek T I K - dampak positive dan negative bagi seorang pelajar

dampak positive internet adalah Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia .selain itu juga untuk menambah wawasan baik lokal maupun luar .kemudian , internet juga berfungsi sebagai media penukaran data dan juga informasi yg baru .dan juga internet dapat dijadikan untuk berbisnis apapun.dan masih banyak lagi dampk-dampak positive internet bagi seorang pelajar.tetapi dampak negative internet juga banyak , selain dapat membuka situs-situs terlarang , internet juga tempat meluapkan amrah atau emosi seseorang dengan menggunakn bahasa yang tidak baik .dan dapat dipandang buruk oleh semua orang .dan menggunakan internet pun dapat menyita waktu apabila digunakn dengal hal yang tidak baik , tetapi semakin banyak orang yang menggunakan internet semakin banyak pula orang yang melakukn kejahatan .termasuk penipuan.

maka dari itu , berhati-hatilah menggunakan internet :)

ujian praktek T I K - cara berinternet secara sehat (islami)

menurut saya , cara berinternet secara islami itu menggunakan bahsa yang baik .tidak menggunakan bahasa kasar atau jorok .harus menggunakan bahasa yang sopan agar dipandang baik :) tidak meliaht foto-foto atau video yang berbau negative apalagi mengunduhnya .gunakanlah internet dengan sebaik-baiknya untuk melakukan halhal yang positive juga . tapi , jika menggunakan internet harus ingat juga pada waktu .seperti waktunya sholat , waktunya belajar , dan sebagainya . tapi pada dasarnya menggunakan internet secara sehat itu kembali lagi pada diri sendiri , bagaimana menggunakan dan memanfaatkannya . maka , mulai dari sekarang coba gunakan internet yang sehat dan islami , seperti membuka situs-situ yang berbau edukasi atau pendidikan .

kemon !kita mulai berinternet secara sehat :)


ujian praktek T I K - cara membuat blog

cara membuat blog , yang pertama kamu harus punya alamat e-mail . Nah , blog juga terbagi dalam beberapa bagian salah satunya blogger . tpi , kalo yang ini menggunakan blogger .setelah kamu meambuat e-mail / udah punya kamu bisa mengunjungi blogger.com . kemudian disana terdapat "daftar" atau "create new acount" atau juga "memulai"setelah itu ikuti saja langkah-langkah berikutnya , seperti memberi nama blog , memilih template dan sebagainya .


jadi deh blognya gampang kan ;) dan kamu bisa mulai blogging !

ujian praktek T I K - cara membuat postingan

Setelah kamu memiliki akun di blogger, selanjutnya kamu bisa mulai membuat posting dan menampilkannya pada alamat akun Blogger kamu. Nantinya, apa yang kamu tuliskan dapat dibaca dan ditanggapi oleh banyak orang.
Berikut langkah-langkah untuk membuat posting di Blogger…
yang pertama :
Setelah melakukan login, kamu akan masuk ke halaman "dasbor".disana terdapat nama akun Blogger,keterangan alamat blog pertama dan keterangan alamat blog kedua.
langkah yang kedua :
Pilih alamat blog yang akan kamu tambah postingnya, kemudian klik tombol "entri baru" untuk memulai posting.
langkah yang ketiga :
Tuliskan judul posting yang akan dibuat pada kolom "judul", kemudian tulis isi posting pada kolom dibawahnya
dan langkah yang keempat/terakhir:
klik "terbitkan entri"

jadi deh :D cuma segitu kok langkah-langkah nya :)

Selasa, 08 Februari 2011

sejarah islam masa Bani Abasiyah

Pada awalnya Muhammad bin Ali, cicit dari Abbas menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsipada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Selanjutnya pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II, pertentangan ini semakin memuncak dan akhirnya pada tahun 750Abu al-Abbas al-Saffah berhasil meruntuhkan Daulah Umayyah dan kemudian dilantik sebagai khalifah.
Bani Abbasiyah berhasil memegang kekuasaan kekhalifahan selama tiga abad, mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya Timur Tengah. Tetapi pada tahun 940kekuatan kekhalifahan menyusut ketika orang-orang non-Arab, khususnya orangTurki (dan kemudian diikuti oleh Mamluk di Mesir pada pertengahan abad ke-13), mulai mendapatkan pengaruh dan mulai memisahkan diri dari kekhalifahan.
Meskipun begitu, kekhalifahan tetap bertahan sebagai simbol yang menyatukan umat Islam. Pada masa pemerintahannya, Bani Abbasiyah mengklaim bahwa dinasti mereka tak dapat disaingi. Namun kemudian, Said bin Husain, seorang muslim Syiah dari dinasti Fatimiyyah mengaku dari keturunan anak perempuannya Nabi Muhammad, mengklaim dirinya sebagai Khalifah pada tahun909, sehingga timbul kekuasaan ganda di daerah Afrika Utara. Pada awalnya ia hanya menguasai MarokoAljazairTunisia dan Libya. Namun kemudian, ia mulai memperluas daerah kekuasaannya sampai ke Mesir dan Palestina, sebelum akhirnya Bani Abbasyiah berhasil merebut kembali daerah yang sebelumnya telah mereka kuasai, dan hanya menyisakan Mesir sebagai daerah kekuasaan Bani Fatimiyyah. Dinasti Fatimiyyah kemudian runtuh pada tahun 1171. SedangkanBani Umayyah bisa bertahan dan terus memimpin komunitas Muslim di Spanyol, kemudian mereka mengklaim kembali gelar Khalifah pada tahun 929, sampai akhirnya dijatuhkan kembali pada tahun 1031.

Menuju puncak keemasan :

Khilafah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari khilafah sebelumnya dari Bani Umayyah, dimana pendiri dari khilafah ini adalah Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas Rahimahullah. Pola pemerintahan yang diterapkan oleh Daulah Abbasiyah berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan budaya. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132 H (750 M) s/d. 656 H (1258 M).
Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Daulah Abbas menjadi lima periode:
  1. Periode Pertama (132 H/750 M - 232 H/847 M), disebut periode pengaruhArab dan Persia pertama.
  2. Periode Kedua (232 H/847 M - 334 H/945 M), disebut periode pengaruhTurki pertama.
  3. Periode Ketiga (334 H/945 M - 447 H/1055 M), masa kekuasaan dinastiBani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
  4. Periode Keempat (447 H/1055 M - 590 H/l194 M), masa kekuasaan daulahBani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua (di bawah kendali) Kesultanan Seljuk Raya (salajiqah al-Kubra/Seljuk agung).
  5. Periode Kelima (590 H/1194 M - 656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kotaBaghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol.
Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya. Secara politis, para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.
Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini sangat singkat, yaitu dari tahun 750-754 M. Selanjutnya digantikan oleh Abu Ja'far al-Manshur (754-775 M), yang keras menghadapi lawan-lawannya terutama dari Bani Umayyah, Khawarij, dan juga Syi'ah. Untuk memperkuat kekuasaannya, tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadi saingan baginya satu per satu disingkirkannya. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali, keduanya adalah pamannya sendiri yang ditunjuk sebagai gubernur oleh khalifah sebelumnya di Syria dan Mesir dibunuh karena tidak bersedia membaiatnya, al-Manshur memerintahkan Abu Muslim al-Khurasanimelakukannya, dan kemudian menghukum mati Abu Muslim al-Khurasani pada tahun 755 M, karena dikhawatirkan akan menjadi pesaing baginya.
Pada mulanya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah, dekat Kufah. Namun, untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri itu, al-Mansyur memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya,Baghdad, dekat bekas ibu kota Persia, Ctesiphon, tahun 762 M. Dengan demikian, pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Persia. Di ibu kota yang baru ini al-Manshur melakukan konsolidasi dan penertiban pemerintahannya, diantaranya dengan membuat semacam lembaga eksekutif dan yudikatif. Di bidang pemerintahan, dia menciptakan tradisi baru dengan mengangkat Wazir sebagai koordinator dari kementrian yang ada, Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasal dari Balkh, Persia. Dia juga membentuk lembaga protokol negara, sekretaris negara, dan kepolisian negara disamping membenahi angkatan bersenjata. Dia menunjuk Muhammad ibn Abdurrahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa dinasti Bani Umayyah ditingkatkan peranannya dengan tambahan tugas. Kalau dulu hanya sekedar untuk mengantar surat. Pada masa al-Manshur, jawatan pos ditugaskan untuk menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berjalan lancar. Para direktur jawatan pos bertugas melaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah.
Khalifah al-Manshur berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintah pusat, dan memantapkan keamanan di daerah perbatasan. Diantara usaha-usaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia, kota Malatia, wilayah Coppadocia dan Cicilia pada tahun 756-758 M. Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosphorus. Di pihak lain, dia berdamai dengan kaisarConstantine V dan selama gencatan senjata 758-765 M, Bizantium membayar upeti tahunan. Bala tentaranya juga berhadapan dengan pasukan Turki Khazar diKaukasus, Daylami di laut Kaspia, Turki di bagian lain Oxus dan India.

Kemunduran :

Faktor-faktor penting yang menyebabkan kemunduran Bani Abbas pada masa ini, sehingga banyak daerah memerdekakan diri, adalah:
  1. Luasnya wilayah kekuasaan daulah Abbasiyyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan. Bersamaan dengan itu, tingkat saling percaya di kalangan para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah.
  2. Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata, ketergantungan khalifahkepada mereka sangat tinggi.
  3. Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar. Pada saat kekuatan militer menurun, khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad.

Masa Disintegrasi (1000-1250 M) :

Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada persoalan politik itu, propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas, dengan berbagai cara diantaranya pemberontakan yang dilakukan oleh pemimpin lokal dan mereka berhasil memperoleh kemerdekaan penuh.
Disintegrasi dalam bidang politik sebenarnya sudah mulai terjadi di akhir zamanBani Umayyah. Akan tetapi berbicara tentang politik Islam dalam lintasan sejarah, akan terlihat perbedaan antara pemerintahan Bani Umayyah dengan pemerintahan Bani Abbas. Wilayah kekuasaan Bani Umayyah, mulai dari awal berdirinya sampai masa keruntuhannya, sejajar dengan batas-batas wilayah kekuasaan Islam. Hal ini tidak seluruhnya benar untuk diterapkan pada pemerintahan Bani Abbas. Kekuasaan dinasti ini tidak pernah diakui di Spanyoldan seluruh Afrika Utara, kecuali Mesir yang bersifat sebentar-sebentar dan kebanyakan bersifat nominal. Bahkan dalam kenyataannya, banyak daerah tidak dikuasai khalifah. Secara riil, daerah-daerah itu berada di bawah kekuasaan gubernur-gubernur propinsi bersangkutan. Hubungannya dengan khilafah ditandai dengan pembayaran pajak.
Ada kemungkinan bahwa para khalifah Abbasiyah sudah cukup puas dengan pengakuan nominal dari propinsi-propinsi tertentu, dengan pembayaran upeti itu. Alasannya adalah :
  1. Mungkin para khalifah tidak cukup kuat untuk membuat mereka tunduk kepadanya,
  2. Penguasa Bani Abbas lebih menitik beratkan pembinaan peradaban dan kebudayaan daripada politik dan ekspansi.
Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada persoalan politik itu, propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. Ini bisa terjadi dalam salah satu dari dua cara:
  1. Seorang pemimpin lokal memimpin suatu pemberontakan dan berhasil memperoleh kemerdekaan penuh, seperti daulah Bani Umayyah di Spanyoldan Bani Idrisiyyah di Marokko.
  2. Seseorang yang ditunjuk menjadi gubernur oleh khalifah, kedudukannya semakin bertambah kuat, seperti daulah Aghlabiyah di Tunisia danThahiriyyah di Khurasan.
Kecuali Bani Umayyah di Spanyol dan Bani Idrisiyyah di Marokko, propinsi-propinsi itu pada mulanya tetap patuh membayar upeti selama mereka menyaksikan Baghdad stabil dan khalifah mampu mengatasi pergolakan-pergolakan yang muncul. Namun pada saat wibawa khalifah sudah memudar mereka melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad. Mereka bukan saja menggerogoti kekuasaan khalifah, tetapi beberapa diantaranya bahkan berusaha menguasai khalifah itu sendiri.
Menurut Ibnu Khaldun, sebenarnya keruntuhan kekuasaan Bani Abbas mulai terlihat sejak awal abad kesembilan. Fenomena ini mungkin bersamaan dengan datangnya pemimpin-pemimpin yang memiliki kekuatan militer di propinsi-propinsi tertentu yang membuat mereka benar-benar independen. Kekuatan militer Abbasiyah waktu itu mulai mengalami kemunduran. Sebagai gantinya, para penguasa Abbasiyah mempekerjakan orang-orang profesional di bidang kemiliteran, khususnya tentara Turki dengan sistem perbudakan baru seperti diuraikan di atas. Pengangkatan anggota militer Turki ini, dalam perkembangan selanjutnya teryata menjadi ancaman besar terhadap kekuasaan khalifah. Apalagi pada periode pertama pemerintahan dinasti Abbasiyah, sudah muncul fanatisme kebangsaan berupa gerakan syu'u arabiyah (kebangsaan/anti Arab).
Gerakan inilah yang banyak memberikan inspirasi terhadap gerakan politik, disamping persoalan-persoalan keagamaan. Nampaknya, para khalifah tidak sadar akan bahaya politik dari fanatisme kebangsaan dan aliran keagamaan itu, sehingga meskipun dirasakan dalam hampir semua segi kehidupan, seperti dalam kesusasteraan dan karya-karya ilmiah, mereka tidak bersungguh-sungguh menghapuskan fanatisme tersebut, bahkan ada diantara mereka yang justru melibatkan diri dalam konflik kebangsaan dan keagamaan itu.
Masa disintegrasi ini terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya, pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun, terutama di bidang politik. Dimana salah satu sebabnya adalah kecenderungan penguasa untuk hidup mewah dan kelemahan khalifah dalam memimpin roda pemerintahan.
Berakhirnya kekuasaan Dinasti Seljuk atas Baghdad atau khilafah Abbasiyah merupakan awal dari periode kelima. Pada periode ini, khalifah Abbasiyah tidak lagi berada di bawah kekuasaan suatu dinasti tertentu, walaupun banyak sekali dinasti Islam berdiri. Ada diantaranya yang cukup besar, namun yang terbanyak adalah dinasti kecil. Para khalifah Abbasiyah, sudah merdeka dan berkuasa kembali, tetapi hanya di Baghdad dan sekitarnya. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini menunjukkan kelemahan politiknya. Pada masa inilah tentaraMongol dan Tartar menyerang Baghdad. Baghdad dapat direbut dan dihancur luluhkan tanpa perlawanan yang berarti. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini awal babak baru dalam sejarah Islam, yang disebut masa pertengahan.

Masa Disintegrasi (1000-1250 M)

Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada persoalan politik itu, propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas, dengan berbagai cara diantaranya pemberontakan yang dilakukan oleh pemimpin lokal dan mereka berhasil memperoleh kemerdekaan penuh.
Disintegrasi dalam bidang politik sebenarnya sudah mulai terjadi di akhir zamanBani Umayyah. Akan tetapi berbicara tentang politik Islam dalam lintasan sejarah, akan terlihat perbedaan antara pemerintahan Bani Umayyah dengan pemerintahan Bani Abbas. Wilayah kekuasaan Bani Umayyah, mulai dari awal berdirinya sampai masa keruntuhannya, sejajar dengan batas-batas wilayah kekuasaan Islam. Hal ini tidak seluruhnya benar untuk diterapkan pada pemerintahan Bani Abbas. Kekuasaan dinasti ini tidak pernah diakui di Spanyoldan seluruh Afrika Utara, kecuali Mesir yang bersifat sebentar-sebentar dan kebanyakan bersifat nominal. Bahkan dalam kenyataannya, banyak daerah tidak dikuasai khalifah. Secara riil, daerah-daerah itu berada di bawah kekuasaan gubernur-gubernur propinsi bersangkutan. Hubungannya dengan khilafah ditandai dengan pembayaran pajak.
Ada kemungkinan bahwa para khalifah Abbasiyah sudah cukup puas dengan pengakuan nominal dari propinsi-propinsi tertentu, dengan pembayaran upeti itu. Alasannya adalah :
  1. Mungkin para khalifah tidak cukup kuat untuk membuat mereka tunduk kepadanya,
  2. Penguasa Bani Abbas lebih menitik beratkan pembinaan peradaban dan kebudayaan daripada politik dan ekspansi.
Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada persoalan politik itu, propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. Ini bisa terjadi dalam salah satu dari dua cara:
  1. Seorang pemimpin lokal memimpin suatu pemberontakan dan berhasil memperoleh kemerdekaan penuh, seperti daulah Bani Umayyah di Spanyoldan Bani Idrisiyyah di Marokko.
  2. Seseorang yang ditunjuk menjadi gubernur oleh khalifah, kedudukannya semakin bertambah kuat, seperti daulah Aghlabiyah di Tunisia danThahiriyyah di Khurasan.
Kecuali Bani Umayyah di Spanyol dan Bani Idrisiyyah di Marokko, propinsi-propinsi itu pada mulanya tetap patuh membayar upeti selama mereka menyaksikan Baghdad stabil dan khalifah mampu mengatasi pergolakan-pergolakan yang muncul. Namun pada saat wibawa khalifah sudah memudar mereka melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad. Mereka bukan saja menggerogoti kekuasaan khalifah, tetapi beberapa diantaranya bahkan berusaha menguasai khalifah itu sendiri.
Menurut Ibnu Khaldun, sebenarnya keruntuhan kekuasaan Bani Abbas mulai terlihat sejak awal abad kesembilan. Fenomena ini mungkin bersamaan dengan datangnya pemimpin-pemimpin yang memiliki kekuatan militer di propinsi-propinsi tertentu yang membuat mereka benar-benar independen. Kekuatan militer Abbasiyah waktu itu mulai mengalami kemunduran. Sebagai gantinya, para penguasa Abbasiyah mempekerjakan orang-orang profesional di bidang kemiliteran, khususnya tentara Turki dengan sistem perbudakan baru seperti diuraikan di atas. Pengangkatan anggota militer Turki ini, dalam perkembangan selanjutnya teryata menjadi ancaman besar terhadap kekuasaan khalifah. Apalagi pada periode pertama pemerintahan dinasti Abbasiyah, sudah muncul fanatisme kebangsaan berupa gerakan syu'u arabiyah (kebangsaan/anti Arab).
Gerakan inilah yang banyak memberikan inspirasi terhadap gerakan politik, disamping persoalan-persoalan keagamaan. Nampaknya, para khalifah tidak sadar akan bahaya politik dari fanatisme kebangsaan dan aliran keagamaan itu, sehingga meskipun dirasakan dalam hampir semua segi kehidupan, seperti dalam kesusasteraan dan karya-karya ilmiah, mereka tidak bersungguh-sungguh menghapuskan fanatisme tersebut, bahkan ada diantara mereka yang justru melibatkan diri dalam konflik kebangsaan dan keagamaan itu.
Masa disintegrasi ini terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya, pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun, terutama di bidang politik. Dimana salah satu sebabnya adalah kecenderungan penguasa untuk hidup mewah dan kelemahan khalifah dalam memimpin roda pemerintahan.
Berakhirnya kekuasaan Dinasti Seljuk atas Baghdad atau khilafah Abbasiyah merupakan awal dari periode kelima. Pada periode ini, khalifah Abbasiyah tidak lagi berada di bawah kekuasaan suatu dinasti tertentu, walaupun banyak sekali dinasti Islam berdiri. Ada diantaranya yang cukup besar, namun yang terbanyak adalah dinasti kecil. Para khalifah Abbasiyah, sudah merdeka dan berkuasa kembali, tetapi hanya di Baghdad dan sekitarnya. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini menunjukkan kelemahan politiknya. Pada masa inilah tentaraMongol dan Tartar menyerang Baghdad. Baghdad dapat direbut dan dihancur luluhkan tanpa perlawanan yang berarti. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini awal babak baru dalam sejarah Islam, yang disebut masa pertengahan.
Sebagaimana terlihat dalam periodisasi khilafah Abbasiyah, masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. Namun demikian, faktor-faktor penyebab kemunduran itu tidak datang secara tiba-tiba. Benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama, hanya karena khalifah pada periode ini sangat kuat, benih-benih itu tidak sempat berkembang. Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila khalifah kuat, para menteri cenderung berperan sebagai kepala pegawai sipil, tetapi jika khalifah lemah, mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan. Disamping kelemahan khalifah, banyak faktor lain yang menyebabkan khilafah Abbasiyah menjadi mundur, masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

[sunting] Persaingan antar Bangsa

Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. Persekutuan dilatar belakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. Keduanya sama-sama tertindas. Setelah khilafah Abbasiyah berdiri, dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu. Menurut Ibnu Khaldun, ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia daripada orang-orang Arab.
  1. Sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah. Pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu.
  2. Orang-orang Arab sendiri terpecah belah dengan adanya ashabiyah (kesukuan). Dengan demikian, khilafah Abbasiyah tidak ditegakkan di atas ashabiyah tradisional.
Meskipun demikian, orang-orang Persia tidak merasa puas. Mereka menginginkan sebuah dinasti dengan raja dan pegawai dari Persia pula. Sementara itu bangsa Arab beranggapan bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istimewa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab ('ajam).
Selain itu, wilayah kekuasaan Abbasiyah pada periode pertama sangat luas, meliputi berbagai bangsa yang berbeda, seperti Maroko, Mesir, Syria, Irak, Persia,Turki dan India. Mereka disatukan dengan bangsa Semit. Kecuali Islam, pada waktu itu tidak ada kesadaran yang merajut elemen-elemen yang bermacam-macam tersebut dengan kuat. Akibatnya, disamping fanatisme kearaban, muncul juga fanatisme bangsa-bangsa lain yang melahirkan gerakan syu'ubiyah.

sumber www.google.com/wikipedia

shortcut mozila

Using Shortcuts

This document uses the following format for listing shortcuts:
Example:
CommandWindowsMacLinux
CopyCtrl+CCmd+CCtrl+C


General Mozilla Shortcuts

These shortcuts are available from all Mozilla windows:
CommandWindowsMacLinux
CommandWindowsMacLinux
CopyCtrl+CCmd+CCtrl+C
PasteCtrl+VCmd+VCtrl+V
CutCtrl+XCmd+XCtrl+X
Close WindowCtrl+WCmd+WCtrl+W
Delete Next WordCtrl+Del
Ctrl+Del
Go Up One PagePage UpPage UpPage Up
Go Down One PagePage DownPage DownPage Down
Go Up One LineUp ArrowUp ArrowUp Arrow
Go Down One LineDown ArrowDown ArrowDown Arrow
UndoCtrl+ZCmd+ZCtrl+Z
RedoCtrl+Shift+ZCmd+Shift+ZCtrl+Shift+Z
FindCtrl+FCmd+FCtrl+F
Find AgainCtrl+G or F3Cmd+GCtrl+G
Find Links As You Type' (apostrophe)' (apostrophe)' (apostrophe)
Find Text As You Type///
Open search engine pageCtrl+Shift+FCmd+Shift+FCtrl+Shift+F
Open Context MenuShift+F10Ctrl+SpaceShift+F10
Open Main Menu (switches to the first drop-down menu at the top of the window. example: "File" in Windows)Alt or F10(Mac OS X: Controlled through keyboard preference in Control Panel)F10
Move to beginning of line (in a text editing field)HomeCmd+Left ArrowCtrl+A
Move to end of line (in a text editing field)EndCmd+Right ArrowCtrl+E
Exit MozillaCtrl+QCmd+QCtrl+Q
Start NavigatorCtrl+1Cmd+1Ctrl+1
Start Mail & NewsgroupsCtrl+2Cmd+2Ctrl+2
Open Middle TabCtrl+3Cmd+3Ctrl+3
Start ComposerCtrl+4Cmd+4Ctrl+4
Start Address BookCtrl+5Cmd+5Ctrl+5
Start IRC ChatCtrl+6Cmd+6Ctrl+6



Navigator Shortcuts

CommandWindowsMacLinux
Open Manage Bookmarks WindowCtrl+BCmd+BCtrl+B
Add Page to BookmarksCtrl+DCmd+DCtrl+D
File Bookmark (to customize and file a page you are bookmarking)Ctrl+Shift+DCmd+Shift+DCtrl+Shift+D
Bookmark Properties (for selected bookmark in Manage Bookmarks window)Ctrl+ICmd+ICtrl+I

 

CommandWindowsMacLinux
CommandWindowsMacLinux
Open History WindowCtrl+HCmd+Shift+HCtrl+H
ReloadCtrl+RCmd+RCtrl+R
Force Reload (not from cache)Ctrl+Shift+RCmd+Shift+RCtrl+Shift+R
BackAlt+Left Arrow or BackspaceCmd+Left ArrowAlt+Left Arrow
ForwardAlt+Right ArrowCmd+Right ArrowAlt+Right Arrow
StopEscEscEsc
HomeAlt+HomeCmd+HomeAlt+Home
Go to Bottom of PageEnd
End
Go to Top of PageHomeHomeHome
Select All Text in Location BarCtrl+L or Alt+DCmd+LCtrl+L or Alt+D
Open Web Page LocationCtrl+Shift+LCmd+Shift+LCtrl+Shift+L
Open Selected Link in a Web PageEnterReturnEnter
Exit MozillaCtrl+QCmd+QCtrl+Q
Move to Next Frame (in web pages using frames)F6Ctrl+Tab or F6 (if F6 is not programmed for another command)F6
Move to Previous Frame (in web pages using frames)Shift+F6Ctrl+Shift+Tab or Shift+F6 (if F6 is not programmed for another command)Shift+F6
New Navigator WindowCtrl+NCmd+NCtrl+N
Move to Next/Previous Link or Form Element in a Web PageTab/Shift+TabTab/Shift+TabTab/Shift+Tab
Open FileCtrl+OCmd+OCtrl+O
Close WindowCtrl+WCmd+WCtrl+W
Save Page AsCtrl+SCmd+SCtrl+S
Save Linked Page (when a link is selected)Shift+EnterOption+EnterShift+Enter
Print PageCtrl+PCmd+PCtrl+P
Go Up One PagePage Up/ Shift+SpacePage Up/ Shift+SpacePage Up/ Shift+Space
Go Down One PagePage Down/SpacePage Down/SpacePage Down/Space
Go Up One LineUp ArrowUp ArrowUp Arrow
Go Down One LineDown ArrowDown ArrowDown Arrow
Turn on/off Caret ModeF7F7 (if F7 is not programmed for another command)F7


CommandWindowsMacLinux
Full Screen (toggle)F11
F11 (may depend on window manager)
Zoom Text SmallerCtrl+- (minus sign)Cmd+- (minus sign)Ctrl+- (minus sign)
Zoom Text LargerCtrl+= (plus sign)Cmd+= (plus sign)Ctrl+= (plus sign)
No Zoom (back to normal/100%)Ctrl+0Cmd+0Ctrl+0
View Page InformationCtrl+ICmd+ICtrl+I
View Page SourceCtrl+UCmd+UCtrl+U

 


Mail & Newsgroups Shortcuts

CommandWindowsMacLinux
CommandWindowsMacLinux
Save Message as FileCtrl+SCmd+SCtrl+S
Open Message (in a new window)Ctrl+OCmd+OCtrl+O
Delete MessageDelDelDel
Undo Delete MessageCtrl+ZCmd+ZCtrl+Z
Select All MessagesCtrl+ACmd+ACtrl+A
Collapse All Threads\ (backslash key)\ (backslash key)\ (backslash key)
Expand All Threads* (asterisk key)* (asterisk key)* (asterisk key)
Message SourceCtrl+UCmd+UCtrl+U
Go to Next MessageFFF
Go to Next Unread MessageNNN
Go to Next Unread ThreadTTT
Go to Previous MessageBBB
Go to Previous Unread MessagePPP
Reply to Message (replies only to sender)Ctrl+RCmd+RCtrl+R
Reply to All in Message (replies to sender and to other email addresses in message)Ctrl+Shift+RCmd+Shift+RCtrl+Shift+R
Forward MessageCtrl+LCmd+LCtrl+L
Edit as New (compose new email using the body and attachments of the selected message)Ctrl+ECmd+ECtrl+E
Mark Message as ReadMMM
Mark Thread as ReadRRR
Mark All Messages in Selected Folder as ReadCtrl+Shift+CCmd+Shift+CCtrl+Shift+C

 

Composer Shortcuts

CommandWindowsMacLinux
CommandWindowsMacLinux
Save PageCtrl+SCmd+SCtrl+S
Open FileCtrl+OCmd+OCtrl+O
Close PageCtrl+WCmd+WCtrl+W
Find in PageCtrl+FCmd+FCtrl+F
Find AgainCtrl+GCmd+GCtrl+G
Insert/Edit LinkCtrl+LCmd+LCtrl+L
Increase IndentCtrl+[Cmd+[Ctrl+[
Decrease IndentCtrl+]Cmd+]Ctrl+]
Discontinue Text StylesCtrl+Shift+TCmd+Shift+TCtrl+Shift+T
Discontinue LinkCtrl+Shift+KCmd+Shift+KCtrl+Shift+K
Select Row/ColumnCtrl+DragCmd+DragCtrl+Drag
Select Cells(s)Ctrl+Click (drag to select block of cells, or continue clicking to select individual cells)Cmd+Click (drag to select block of cells, or continue clicking to select individual cells)Ctrl+Click (drag to select block of cells, or continue clicking to select individual cells)
Decrease Font SizeCtrl+- (minus sign)Cmd+- (minus sign)Ctrl+- (minus sign)
Increase Font SizeCtrl+= (equal sign)Cmd+= (equal sign)Ctrl+= (equal sign)
Text Style BoldCtrl+BCmd+BCtrl+B
Text Style ItalicCtrl+ICmd+ICtrl+I
Text Style UnderlineCtrl+UCmd+UCtrl+U
Text Style Fixed WidthCtrl+TCmd+TCtrl+T

 

Help Window Shortcuts

CommandWindowsMacLinux
Open Help and Support Center within Navigator, Mail & Newsgroups, Composer, and Address BookF1Help KeyF1
Navigate Links within Content Pane (right pane)TabTabTab
Switch between Content Pane and Search/Contents/Index/Glossary (toggle)F6F6F6
Navigate Index Terms (while Index Pane is selected)Up/Down ArrowUp/Down ArrowUp/Down Arrow
Scroll Pane (Content, Table of Contents, or Index)Up/Down ArrowUp/Down ArrowUp/Down Arrow
Expand/Collapse Table of Contents Tree StructureLeft/Right ArrowLeft/Right ArrowLeft/Right Arrow
Print PageCtrl+PCmd+PCtrl+P
Go Back to Previous PageAlt+Left Arrow KeyAlt+Left Arrow KeyAlt+Left Arrow Key
Go Forward One PageAlt+Right Arrow KeyAlt+Right Arrow KeyAlt+Right Arrow Key

 

 Sumber:  www.google.com/mozillakeyboardshortcuts